name='description'/> Un-de-fined Cendekia

Pages

Sabtu, 22 Maret 2014

[Review] Inferno By Dan Brown, Visi Neraka Bagi Pecinta Kehidupan


Halo readers!
Setelah sekian lama ga pernah posting, kini saya datang lagi dengan review buku yang katanya The Hottest Book of the Year pada tahun 2013. Jeng, jeng, jeng, ini dia Inferno karya Dan Brown! Kebetulan dua minggu lalu di kampus saya sedang ada bazaar buku, yang kebetulan menjual buku ini dengan harga yang cukup terjangkau.

Kamis, 20 Februari 2014

Menelaah Budaya ‘Menyalahkan’


Kali ini saya akan sedikit berbagi hasil pengamatan saya mengenai perilaku masyarakat Indonesia (tak terkecuali saya tentunya :)). Barangkali sifat ‘tak ingin disalahkan’ merupakan sifat yang lumrah bagi manusia. Perilaku kita yang ‘semestinya’ sesuai dengan kehendak orang lain pun menjadi salah satu penyebab mengapa terjadi salah-menyalahkan.

Rabu, 12 Februari 2014

Mana Zero Tolerance Bagi Terpidana Narkoba?


Pada tanggal 10 Februari lalu, Shcapelle Leigh Corby mendapatkan hadiah istimewa dari pemerintah Indonesia. Hadiah ini dipersembahkan setelah Corby menjalani hukuman sejak tahun 2004 lalu. Ya, hadiah itu adalah kebebasan. Kebebasan itu didapat setelah sebelumnya Corby berusaha meminta Grasi (yang dikabulkan) pada Presiden SBY, dan juga beberapa keringanan remisi yang didapatnya selama mendekam di Lapas.
Ini dia yang sejak dulu dipermasalahkan oleh masyarakat. Kemana pemerintah yang katanya menghukum tegas terpidana narkoba? Bahkan Presiden SBY pun sempat menyatakan dalam pidatonya pada Hari Peringatan Anti Narkoba, untuk lebih agresif dalam memberantas narkoba. Ia sendiri mengusulkan untuk mengadakan zero tolerance.

Selasa, 24 Desember 2013

[Review] Edensor, Oh-So-Dissapointed Film :(



So guys, kemarin saya nonton Edensor bareng temen. This is one of movies i really wait! Berhubung saya impressed sekali sejak awal dengan novel-novelnya Andrea Hirata, mulai dari Tetralogi Laskar Pelangi, Cinta Dalam Gelas, atau Sebelas Patriot, of course saya ga akan melewatkan buku Edensor (buku ketiga Tetralogi Laskar Pelangi)  yang difilmkan ini.
Buar kalian yang belum tahu, Edensor bercerita tentang perjuangan Ikal dan Arai menuntut ilmu di Sorbonne University, Perancis. Mereka yang hanya anak Belitong biasa diharuskan membiasakan diri hidup di negeri orang yang berbeda kultur dengan Indonesia. Perancis merupakan pijakan awal mereka untuk meraih cita-cita berkeliling Eropa. Cita-cita ini tertancap dalam diri Arai dan Ikal sejak SMA, yang terinspirasi Guru SMA mereka, Pak Balia.

Rabu, 20 November 2013

Ego Para Buruh



Jadi hari Rabu 20 November 2013 kemarin, saya melewati Jl. Soekarno-Hatta Bandung sehabis pulang kuliah. Saat itu ternyata sedang diadakan demo besar-besaran buruh dari seluruh Jawa Barat di Kantor Kementrian Tenaga Kerja. Para demonstran ini dengan tidak tahu dirinya parkir kendaraan mereka (motor, mobil, dan bis) sembarangan di pinggir jalan. Bahkan yang lebih parah, mereka memblokade salah satu ruas jalan untuk dijadikan tempat berunding (mereka membarikade kendaraan mereka dan membuat ruang luas di tengahnya). Alhasil, kemacetan pun tak dapat dihindarkan sampai sejauh radius 3 kilometer. What a selfish way to demand their rights, rite?
Nah, cara mereka menuntut hak benar-benar tidak bisa dianggap bijak. Menggunakan fasilitas umum secara sembarangan dan merugikan orang lain? Hei! Melihatnya saja, orang lain mana mau prihatin dengan kondisi para buruh. Dari puluhan ribu buruh yang datang saat itu, mereka bisa saja melumpuhkan stabilitas kerja kantor-kantor yang ada di sekitarnya; mulai dari waktu, transaksi perdagangan, dan kegiatan lainnya yang jumlah SDM-nya bisa mencapai ratusan ribu orang.

Minggu, 27 Oktober 2013

Antara Fungsi Agen Perubahan Dan Dakwah


Jika melihat mahasiswa-mahasiswa berdemo di depan rektorat, saya pikir mereka merupakan kerumunan yang tidak bermetode. Maaf jika kata-kata tersebut terlalu kasar. Faktanya, hanya 3-5 orang diantara mereka yang memahami tujuan demo tersebut, sementara yang lainnya hanyalah orang-orang yang digusur agar mau ikut berdemo.
Saya akui kekritisan mereka. Mereka orang-orang yang menginginkan perubahan dan tak akan tinggal diam melihat ketidakadilan. Hanya saja, menurut saya ada banyak sekali cara yang lebih baik untuk menuntut sebuah perubahan. Disinilah kemudian LPM memberi andil.

Kamis, 24 Oktober 2013

Memberi Uang Pada Pengemis? No Way!



Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, saat ini sedang ramai-ramainya mengampanyekan ‘tidak memberi uang pada pengemis’. Tentunya gerakan ini didukung oleh warga Bandung yang notabene sudah jengah oleh tingkah pengemis yang semakin pongah. Sebelumnya, Ridwan Kamil pernah bernegosiasi dengan para pengemis untuk berganti profesi menjadi Petugas Kebersihan dengan gaji Rp.700.000 per bulan. Namun, tawaran ini ditolak mentah-mentah para pengemis yang menuntut Emil untuk menggaji mereka 3-10 juta per bulan. Crazy or something??