name='description'/> Resensi Buku “Terapi Berpikir Positif” | Un-de-fined Cendekia

Pages

Sabtu, 05 Januari 2013

Resensi Buku “Terapi Berpikir Positif”




Judul Buku       : Terapi Berpikir Positif
Penulis              : Dr. Ibrahim Elfiky
Penerbit            : Penerbit Zaman
Tahun Terbit     : 2012, cetakan ke-27
Halaman           : 347 halaman
Harga               : Rp. 54.000
Ikhtisar
Buku ini berbicara mengenai bagaimana cara untuk mengaktifkan potensi kekuatan pikiran. Dengan potensi ini, manusia dapat terbebas dari belenggu pikiran negatif, dan menjadi pribadi yang penuh semangat, percaya diri dan optimis.
Pengoptimalan potensi ini di press dengan optimal, karena tidak banyak orang tahu bagaimana cara menjadikan kekuatan pikiran menjadi hal yang bermanfaat untuk kehidupan kita. Ini sangat penting dalam pembentukan fokus dalam membangun aspek-aspek dalam mencapai cita-cita yang lebih cerah, dan sukses.
Penulis adalah seorang maestro motivator muslim dunia dan juga pendiri pusat-pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia di Kanada. Buku “Terapi Berpikir Positif” ini telah banyak diterjemahkan ke dalam lima bahasa: Inggris, Perancis, Arab, Kurdi, dan Indonesia. Ia banyak melakukan seminar dan pelatihan di seluruh dunia yang mengantarkannya sebagai pembicara terbaik di dunia.
Isi Buku
Buku ini terbagi menjadi lima bagian yng menjadi dari inti dari materi yang Elfiky sampaikan:
1.    Bagian pertama membahas mengenai kekuatan pikiran yang dapat diperoleh dari tujuh sumber yang berbeda. Tujuh sumber menghasilkan efek kekuatan yang luar biasa dalam proses berpikir. Pikiran melahirkan mindset, mempengaruhi intelektualitas, fisik, perasaan, sikap, hasil,citra diri, harga diri, rasa percaya diri, kondisi jiwa, kesehatan, pikiran melampaui batas waktu, pikiran tidak mengenal jarak, waktu, pikiran menambah atau mengurangi energi, melahirkan kebiasaan termasuk juga pengaruh pikiran terhadap sistem kerja akal bawah sadar dan pikiran dan mata rantai persepsi.
2.    Bagian kedua membahas tentang pikiran negatif, beserta faktor-faktor yang menyebabkan pikiran ini terjadi. Menurut Elfiky, berpikir negatif dapat menyebabkan kecanduan. Contoh-contoh berpikir negatif dijabarkan dalam sifat: ragu, emosional, dengki, benci, dan lain-lain yang sumbernya adalah dari pikiran yang negatif. Faktor-faktor penyebab berpikir negatif adalah jauh dari Alloh SWT, program terdahulu, tidak ada tujuan yang jelas, rutinitas yang negatif, pengaruh internal, pengaruh eksternal, kehidupan masa lalu, dan lain-lain. 
3.   Bagian ketiga membahas mengenai macam-macam, ciri-ciri, dan tiga kekuatan berpikir positif. Yang paling menarik adalah pembahasan mengenai prinsip berpikir positif yang antara lain, masalah dan kesengsaraan hanya ada dalam persepsi, masalah tidak akan membiarkan  kita pada kondisi yang ada, bahkan akan membawa  kita pada kondisi yang lebih buruk atau lebih baik. Keharusan belajar dari masa lalu, hidup pada masa kini dan rencana untuk masa depan, karena setiap masalah ada solusi spiritualnya, mengubah pikiran berarti merubah kenyataan, pikiran baru akan merubah kenyataan baru serta ketika Allah menutup satu pintu maka akan dibukankan pintu lain yang lebih baik.
4.    Bagian keempat membahas tentang strategi berpikir positif. Bahasan-bahasannya melingkupi pemikir, pikiran, dan berpikir, serta strategi bagaimana berpikir positif itu. strategi berpikir positif antara lain strategi mengubah masa lalu, strategi teladan (modelling), strategi orang lain, strategi mengubah konsentrasi, strategi redefinisi, dan strategi pembagian.
5.    Bagian terakhir membahas tentang sepuluh wasiat berpikir positif, yaitu keinginan yang menggebu, keputusan yang kuat, bertanggungjawab penuh, persepsi yang disadari, menentukan tujuan, waktu yang positif, penegasan yang bisa dipertanggungjawabkan, pengembangan diri, ketenangan dan renungan harian, dan perhatian individual serta kegiatan harian.
Kelebihan dan Kekurangan
Dengan pembagian pembahasan yang sistematik, kita dibawa untuk memahami materi yang disampaikan secara bertahap. Tentunya hal ini menjadi kelebihan tersendiri, apalagi hal ini ditambah dengan gaya bahasa mudah dimengerti sehingga buku ini dapat dibaca oleh semua kalangan. Selain itu, Elfiky pun memberikan contoh-contoh kasus yang membuat kita paham bagaimana teori yang disampaikan dapat diimplementasikan di dunia nyata.
Mengenai kekurangan, terdapat beberapa istilah-istilah khusus yang kurang dimengerti oleh orang-orang awam, terutama kita Elfiky membahas proses terapi yang disampaikannya pada pasien. Dan di beberapa bagian, Elfiky justru mengatasi masalah dengan gayanya seorang ‘psikolog’, sementara kita sebagai pembaca lebih membutuhkan pemecahan masalah yang bisa diatasi tanpa menggunakan terapi psikolog.
Kesimpulan
Secara garis besar, buku ini amat layak dibaca. Hal ini terutama diamati dari mengalirnya Elfiky dalam menyampaikan pembahasan sehingga layak dibaca oleh berbagai kalangan manapun: pelajar, guru, ataupun karyawan. Materi yang disampaikan pun sangat erat dengan kehidupan kita, sehingga kita takkan menyesal membaca buku ini sampai tuntas.
Resensor buku ini adalah Aghniya Ilma Hasan, mahasiswi Jurnalistik UIN SGD Bandung.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar