name='description'/> “Buku Catatan Josephine”: Another Great Story By Agatha Christie | Un-de-fined Cendekia

Pages

Minggu, 13 Oktober 2013

“Buku Catatan Josephine”: Another Great Story By Agatha Christie


Penggemar novel misteri mana yang tak kenal Agatha Christie? Dia adalah novelis wanita yang dinobatkan sebagai Ratu Cerita Misteri sampai saat ini. Cerita-cerita detektif buatannya (seperti Hercule Poirot, atau Miss Marple) selalu bisa mempesona pembacanya dengan imajinasi liar penulis, bahkan menjebak  para pembaca untuk berspekulasi menebak ending cerita.
So this is it. “Buku Catatan Josephine” merupakan karya Agatha Christie yang menurut saya (bahkan penulisnya sendiri) adalah salah satu yang terbaik. Karya ini bisa dibilang bersanding dengan karya-karya terbaiknya seperti: “Pembunuhan di Kereta Orient Express”, “Pembunuhan Atas Roger Ackroyd”, ataupun “Sepuluh Anak Negro”. Bahkan diantara keempatnya, saya masih berpikir bahwa “Buku Catatan Josephine”-lah yang terbaik.

Cerita dalam buku ini berawal saat terbunuhnya Aristide Leonides, kepala keluarga Leonides berumur 87 tahun yang kaya raya dan kharismatik. Dan pembunuhan yang menggunakan racun ini diduga dilakukan oleh istri keduanya, Brenda, yang masih berumur 24 tahun dengan motif uang.
Tak sampai disitu, polisi ternyata masih meragukan bahwa Brenda adalah pelakunya, menilik dari karakteristik Brenda yang lemah. Yang menarik, semua anggota keluarga Leonides (Bibi Edith, adik istri pertama Aristide; Roger, anak pertama Aristide dan istrinya, Clemency; Philip, anak kedua Aristide dan istrinya, Magda; serta anak-anak Philip, yaitu Sophia, Josephine, dan Eustace) memiliki kekejaman masing-masing dalam kepribadian mereka yang memungkinkan mereka membunuh Aristide, walaupun tanpa motif karena Aristide merupakan kepala keluarga yang pemurah dan selalu mengasihi mereka.
Sesuai dengan judul buku, terdapat tokoh Josephine, seorang bocah beranjak remaja dengan keingintahuan yang tinggi (bahkan bisa dibilang menyebalkan karena suka menguping pembicaraan orang lain) yang mengetahui fakta-fakta kasus terbunuhnya sang kakek. Hobinya yang suka menguping membawanya pada rahasia-rahasia yang tak diketahui orang lain. Semua ia catat dalam catatannya.
Beranjak dari sini, maka cerita bergulir dengan dinamis yang membuat pembaca akan hanyut menyimak ceritanya. Dari sini mungkin anda harus benar-benar membaca bukunya jika anda benar-benar seorang penggemar cerita misteri. Ending cerita yang disajikan benar-benar di luar dugaan. Saya sendiri agak ngeri membaca ending-nya.
Buku ini memainkan unsur psikologis yang amat kuat di dalamnya, dimana Agatha Christie memaparkan dengan cermat sifat setiap tokoh. Alurnya sangat progresif, tidak bertele-tele, dan membuat pembaca terus menerus ingin membaca. Bahkan saya sendiri, tak pernah bosan membaca buku ini berulang-ulang. Over all, this is really must-read book!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar